Senin, 14 Maret 2011

Pengobatan Alternatif

MedikaHolistik.Com

Pengobatan alternatif  merupakan bentuk pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat, atau bahan yang tidak termasuk  dalam standar pengobatan kedokteran modern ( pelayanan kedokteran standar ) dan dipergunakan sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan  kedokteran modern tersebut. 

Bila anda termasuk pengobat alternatif , kami mengundang anda untuk membuat tulisan mengenai pengobatan alternatif yang anda tekuni dan mempromosikan klinik anda di www.medikaholistik.com.
Keterangan lebih lanjut hubungi : info@medikaholistik.com

Sahabatku

Sahabatku……….!
Di dalam keremangan hidup ini,
aku berjalan mencari arti kehidupan
teringat aku padamu,
Sahabatku……….!
Engkau yang selalu membantu
di dalam mencari arti kehidupan yang sebenarnya
tapi kini
dirimu tla jauh………dan terlalu jauh untuk ke jangkau
Sahabatku……….!
kepergianmu dengan tiba-tiba
sangat ku sesali
mengapakah aku tak tahu ??
setelah aku tahu semuanya
engkau sudah tiada padaku lagi

Tetaplah Disisiku

Tetaplah Disisiku
Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”
Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..
Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku
Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu

Minggu, 13 Maret 2011

NISANKU

Namaku takkan pernah Ada
Tujuan Hidupku…
Aku yang kan slalu Bahagiakan
tak ingin ada Bahagia tuk diri ini
Aku yang kan slalu Mencintai
tak perlu tuk dicinta
Aku takkan buatmu Menunggu
tinggalkan aku,tak perlu Kau yang menanti
Sayangilah Diri dan Tubuhmu
Juga,semua yang Suci ada bersamamu
Tak perlu Kau berikan Kasih tuk Jiwaku
Aku Rela Berkorban…
demi sekerat daging kering
bukan demi segenggam nasi kapau
Aku yang kan buat Mu slalu Merindu hari-hari Mu
takkan menuntut tuk Rindu hadir
Aku ada tuk melihat segala Senyum Bahagia
tak inginkan Senyum itu menghampiri
Jika Aku pernah merasa dicinta
takkan kubiarkan Kau larut bersama Ku
karna inginku hanya Mencinta
Cintailah Seorang yang berada dekat dengan Mu
Aku yang Lemah, kan slalu buatmu Tegak Melangkah
hingga akhir itu,
Aku tetap tak ingin ada Hujan mengguyur Nisan Kosong Ku

REFORMASI BIROKRASI PEMBANGUNAN KESEHATAN 2011

Pada tahun 2011, Kementerian Kesehatan menggulirkan 7 Reformasi Pembangunan Kesehatan yaitu 1) revitalisasi pelayanan kesehatan, 2) ketersediaan, distribusi, retensi dan mutu sumberdaya manusia, 3) mengupayakan ketersediaan, distribusi, keamanan, mutu, efektifitas, keterjangkauan obat, vaksin dan alkes, 4) Jaminan kesehatan, 5) keberpihakan kepada daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan (DTPK) dan daerah bermasalah kesehatan (DBK), 6) reformasi birokrasi dan 7) world class health care.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH, DR.PH bersama para menteri di lingkungan Kementerian Kesra pada paparan program prioritas tahun 2011 dengan media massa di Kantor Kemenkokesra, Jakarta tanggal 4 Januari 2011.
Menurut Menkes, dalam upaya pelayanan kesehatan pada tahun 2011 diutamakan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dengan menekankan upaya promotif dan preventif. Tidak mungkin melakukan pelayanan kesehatan menunggu orang sampai jatuh sakit, karena hal itu akan menghabiskan biaya yang besar. Selain itu, juga menekankan pencegahan penyakit tidak menular yang disebabkan pola makan dan pola hidup yang tidak sehat, tanpa meninggalkan pengendalian penyakit menular yang masih belum hilang.
“Selain itu juga diupayakan dengan meningkatkan pelayanan kesehatan primer dan rujukan di rumah sakit daerah maupun pusat”, ujar Menkes.
Untuk pemerataan kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh daerah akan dilakukan pendataan Sumber Daya Manusia Kesehatan secara elektronik, sehingga dapat diketahui seberapa besar kebutuhan baik jumlah maupun jenisnya, sehingga untuk memenuhinya dapat dilakukan secara cepat. Sebelumnya, pendidikan dokter spesialis hanya diadakan di Fakultas Kedokteran perguruan tinggi negeri. Nantinya, Fakultas Kedokteran swasta yang mempunyai kualifikasi baik akan diperjuangan dapat melakukan program studi spesialis, kata Menkes.
Menurut Menkes, untuk memenuhi kebutuhan SDM jangka pendek dilaksanakan program Sister hospitals, yaitu program kerja sama antara rumah sakit yang lemah dengan rumah sakit yang lebih maju, sehingga terjadi proses pembelajaran tenaga kesehatan. Sedangkan dalam jangka menengah, dilakukan program dokter plus yaitu dokter umum diberi keterampilan tambahan spesialis. Program dokter plus ini diutamakan di Wilayah Indonesia Timur yang bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada. Sedangkan program jangka panjang dengan memberikan biasiswa dokter dari daerah untuk mengikuti pendidikan spesialis.
Dalam memantapkan posisi obat generik akan diupayakan peningkatan pengawasan agar mutu tetap terjaga, harga terjangkau dan distribusi merata. Untuk mendukung monitoring penggunaan obat generik akan digulirkan E-logistic. Selain itu, juga diselenggarakan E-prescription untuk mengawasi penulisan resep obat generik oleh dokter di pelayanan kesehatan pemerintah, ujar Menkes.
Menkes menambahkan, untuk memantapkan program jaminan kesehatan dasar, diupayakan sistem pembiayaan menjadi satu sistem nasional, dengan menerapkan paket benefit dasar, perhitungan biaya dan besaran premi yang sama, baik yang dibayar PT Askes, Jamkesmas, Jamkesda dan PT Jamsostek, sehingga tidak ada perbedaan pelayanan kesehatan. Untuk mendukung program tersebut, RUU tentang Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) sedang dibahas pemerintah besama DPR, serta menyiapkan kelengkapan dasar hukum dan pedomannya. Selain itu, akan diupayakan adanya rumah sakit jamkes, yaitu rumah sakit yang hanya menyediakan pelayanan kesehatan kelas tiga.
“Khusus rumah sakit jamkes, pemerintah akan melibatkan peran serta swasta”, ujar Menkes.
Menurut Menkes, tahun ini akan diberlakukan program jaminan persalinan (Jampersal ) yang merupakan pelayanan paket kesehatan berupa kontrol terhadap ibu hamil (antenatal), persalinan, kontrol setelah melahiran (postnatal) dan pelayanan keluarga berencana. Paket ini berlaku untuk persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, mulai dari Polindes, Puskesmas dan rumah sakit pemerintah di kelas tiga tanpa ada pembatasan. Sedangkan pada tahun 2012 diutamakan persalinan untuk kehamilan pertama dan kedua saja.
Untuk mewujudkan keberpihakan kepada Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dalam pelayanan kesehatan, Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan kementerian terkait seperti Kementerian Sosial, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kementerian Pekerjaan Umum, Tentara Nasional Indonesia dan lembaga terkait lainnya, ujar Menkes.
Temu media massa yang dipimpin Menkokesra H.R. Agung Laksono ini dihadiri 13 Menteri dan ketua Lembaga yaitu Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH, Menteri Lingkungan Hidup Ir. Gusti Muhammad Hatta, Menteri Agama, Surya Darma Ali, Menteri Sosial, Salim Segaf Al-Jufri, Menteri Pendidikan Nasional, Muh. Nuh, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi Malarangeng, Kepala BKKBN, dr.Sugiri Syarif, Kepada Badan POM, Dra. Kustantinah dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Syamsul Muarif.

Jumat, 11 Maret 2011

Konfigurasi Firewall Dasar di Debian Lenny

Firewall Bagian 1
Pada bagian ini, ijinkan saya membahas tentang Konfigurasi Firewall Dasar di Debian Lenny, atau Versi 5.0.1. Oke langsung ke pokok bahasan.
Jadi Software firewall dirancang untuk membatasi akses ke sumber daya jaringan berjalan pada Linux Anda VPS untuk pihak yang berwenang. Beberapa layanan, seperti web server publik, dapat diakses oleh siapapun. Lainnya mungkin lebih terbatas, seperti daemon SSH untuk administrasi sistem remote.

Panduan ini akan membantu Anda mendapatkan-iptables-firewall paket arno diinstal dan dikonfigurasi bawah Debian 5 (Lenny).
Dengan Langkah2 sebagai berikut :
Instalasi Firewall
Pastikan Anda repositori dan paket program yang diinstal yang up to date dengan mengeluarkan perintah berikut:

Code:
apt-get update
apt-get upgrade --show-upgraded apt-get upgrade - show-upgrade

Isu perintah berikut dalam terminal:
Code:
apt-get install arno-iptables-firewall

Konfigurasi Firewall
Sebagai bagian dari proses instalasi, Anda akan disajikan dengan dialog debconf untuk konfigurasi. Pilih "Ya" untuk mengizinkan konfigurasi Anda menjadi interaktif dikelola oleh debconf:

Masukkan nama antarmuka jaringan eksternal Anda. Linodes have eth0 by default. Linodes memiliki eth0 secara default.

Masukkan daftar port TCP Anda ingin dapat diakses melalui Linode alamat IP umum Anda, dipisahkan dengan spasi. In this example we've specified SSH, SMTP, HTTP, HTTPS, IMAPS and POP3S. Dalam contoh ini kita tetapkan SSH, SMTP, HTTP, HTTPS, IMAPS dan POP3S. Anda mungkin ingin membuka port tambahan jika Anda menjalankan pelayanan publik lainnya pada VPS Anda.

Tentukan port UDP Anda ingin terbuka untuk umum dengan cara yang sama.

Jika Anda memiliki IP pribadi alamat yang ditugaskan ke Linode, Anda dapat menentukan alias antarmuka untuk itu berikutnya. Dalam contoh ini, Saya membolehkan semua lalu lintas dari jangkauan jaringan swasta ke swasta alias antarmuka eth0: 0. Anda dapat menyempurnakan ini nantinya untuk hanya membolehkan akses dari host tertentu di jaringan backend.Jika Anda tidak memiliki alamat IP pribadi dikonfigurasi, cukup meninggalkan lapangan ini kosong.

Jika diperlukan, tentukan rentang alamat untuk jaringan pribadi.

Anda akan ditanya apakah firewall harus dimulai sekarang. Jawaban "Ya" di sini dan melanjutkan.

Setelah keluar debconf dialog awal, beberapa paket yang arno-iptables-firewall tergantung akan dikonfigurasi.Anda akan diminta untuk restart firewall setelah konfigurasi selesai.

firewall Anda harus berfungsi dengan benar pada saat ini. Anda dapat referensi berkas / etc / arno-iptables-firewall / firewall.conf untuk konfigurasi tambahan di luar lingkup dialog debconf.
Untuk start / stop / restart firewall dari shell, gunakan perintah :

Code:
/ etc /init.d /arno-iptables-firewall [start | stop | restart]

Semoga apa yang menjadi bahan materi ini, dapat bermanfaat, mudah2an firewall bagian 2 menyusul di lain waktu.
Sekian.

Media Sumber:http://library.linode.com/security/firewalls/

Konfigurasi Firewall menggunakan Shorewall di Debian

Shorewall adalah salah satu tools firewall pada linux yang berbasiskan iptables. Shorewall terdapat konsep “zone” yang memudahkan kita untuk menentukan policy firewall, daripada kite melakukan konfigurasi secara manual dengan iptables. Misalnya network ente adalah spt gambar dibawah ini :







 maka untukmemudahkan kita, asumsikan saja ada 3 zona yang dapat di definisikan, yaitu :
1. LAN, yaitu jaringan lokal, kita definisikan sebagai zona lok
2. Internet, yaitu koneksi kita ke internet, kita definisikn sebagai zona net
3. Komputer Firewall kita secara otomatis bernama zona $FW

Berikut ini adalah step-by-step konfigurasi yang diterapkan
ini ane testing di debian
sebelumnya ente kudu remove "ipchains" jika dah keinstal di mesin ente by running this command

# apt-get remove ipchains

setelah itu
1. Install shorewall dari repository terdekat
Code:
root@el-farhatz:~# apt-get install shorewall shorewall-doc
2. Kopi konfigurasi dari template yg ada

Code:
root@el-farhatz:~# cd /usr/share/doc/shorewall-common/default-config
root@el-farhatz:~# cp zones /etc/shorewall/
root@el-farhatz:~# cp interfaces /etc/shorewall/
root@el-farhatz:~# cp policy /etc/shorewall/
root@el-farhatz:~# cp rules /etc/shorewall/
3. Setting Shorewall sebagai berikut :

a. konfigurasi zona

Code:
root@el-farhatz:~# vim /etc/shorewall/zones
fw     firewall
lok ipv4
net ipv4

b. konfigurasi interface

Code:
root@el-farhatz:~# vim /etc/shorewall/interfaces
lok    eth0    detect    tcpflags,nosmurfs
net    eth1    detect    tcpflags,nosmurfs
c. konfigurasi policy

Code:
root@el-farhatz:~# vim /etc/shorewall/policy
$FW    all    ACCEPT
lok    $FW    DROP    info
lok    net    DROP    info
net    $FW    DROP    info
net    lok    DROP    info

d. konfigurasi rules
Code:
root@el-farhatz:~# vim /etc/shorewall/rules
ACCEPT    lok    $FW    tcp    80
ACCEPT    net    $FW    tcp    80
ACCEPT    lok    $FW    tcp    53
ACCEPT    lok    $FW    udp    53

4. Testing konfigurasi sebelum menjalankannya

Code:
root@el-farhatz:~# shorewall check
root@el-farhatz:~# shorewall start
5. Coba me-restart shorewall untuk memastikan tidak ada error
Code:
root@el-farhatz:~# shorewall restart
root@el-farhatz:~# shorewall safe-restart
6. Setting Shorewall agar automatis berjalan sewaktu booting

Code:
root@el-farhatz:~# vim /etc/default/shorewall
startup=1
Happy securing your self with firewall… :D


Code:
shorewall
shorewall-nat
shorewall-accounting
shorewall-hosts
shorewall-interfaces
shorewall-routestopped
shorewall.conf
shorewall-masq
shorewall-policy
shorewall-rules
shorewall-zones
Belajar NgebLoG © 2008 Template by:
SkinCorner